Tags

,

Pak Tua duduk di trotoar, menengadahkan tangan.
Tubuhnya hanya tulang berbalut kulit renta,
Berhiaskan baju usang dan bermahkotakan topi berlubang.
Di wajahnya terukir jejak-jejak perjuangan.

Pak Tua, saat senjamu menjelang,
Kau masih harus tetap berjuang.
Kau berusaha bertahan bagai batu karang yang dihempas gelombang.
Kau bertarung melawan gilasan jaman.

Matahari mulai memanggang…
Pak Tua memandang nanar ke arah orang-orang yang lalu lalang.

27 October 2005

Advertisements